Dahulu kala ada satu kisah dari negeri Beruang (Rusia), tersebutlah seorang pangeran gagah berani yang kegemaran sehari-harinya adalah berjuang menangkap maut. Pangeran itu bernama Pangeran Kurshayev. Pangeran Kurshayev adalah keturunan dari Raja Karbochi yang amat terkenal pada masa itu. Kekuasaan Raja Karbochi meliputi daratan Rusia, Eropa hingga sebagian besar wilayah kutub utara. Setiap penguasa wilayah yang menentang kekuasaan Raja Karbochi akan ditaklukkan oleh Pangeran Kurshayev, sang putra mahkota.
Suatu ketika, setelah memenangkan peperangan dengan Jerman, Pangeran berjalan-jalan ke sebuah hutan kecil di pedalaman dusun Sabe. Di dusun itu ia berburu berbagai macam binatang dan berlatih perang-perangan bersama dengan para prajuritnya. Suatu ketika timbul ide dalam diri Pangeran untuk berburu dan menangkap sebuah benda yang dikenal manusia dengan sebutan “maut”. Ia melakukan berbagai upaya dan pengorbanan yang tidak sedikit untuk mencari dan menangkap maut tersebut. Setelah berhasil menangkapnya, maut itu kemudian oleh Pangeran lalu dimasukkan ke dalam kantong dan dibawa pulang. Dalam perjalanan pulang menuju Istana, rombongan putra mahkota Kurshayev dan prajuritnya melewati sebuah taman Gorky yang penuh dengan pohon pinus yang menjulang tinggi. Karena kelelahan, akhirnya mereka beristirahat disana. Tidak lama berselang, langit yang cerah tiba-tiba diliputi awan tebal, menandakan akan segera turun hujan yang sangat lebat. Rombongan itu akhirnya pergi meninggalkan taman Gorky dan melanjutkan perjalanan ke Istana. Karena terburu-buru mereka tidak menyadari bahwa kantong yang didalamnya terdapat benda yang benama “maut” tertinggal di salah satu dahan pohon pinus.
Waktu berselang cukup lama...
Beberapa tahun kemudian, tepatnya ketika pangeran terjun dalam peperangan melawan Turki, banyak prajuritnya yang terluka. Diantara mereka ada yang lehernya hampir putus, ada yang ususnya terburai, anggota tubuhnya terpisah, ada juga yang kepalanya remuk dan luka-luka mengerikan lainnya. Anehnya mereka tetap hidup dengan menanggung rasa sakit yang tak tertahankan.
Di tempat lain di seluruh pelosok negeri Rusia terjadi penderitaan yang tak kalah dahsyatnya. Mereka yang sekarat tetap meronta-ronta, mereka yang tua renta tetap hidup dengan segenap kerentaannya. Sang pangeran lalu berkeliling ke seluruh negeri, yang ia temukan adalah bahwa tak ada satu pun penduduknya yang meninggal dunia, meski dengan segenap rasa sakit yang ditanggungnya.
Sang pangeran bingung, ia merenung dan coba mengingat-ingat tindakannya di masa lalu. Setelah lama merenung, akhirnya ia teringat bahwa yang membuat semua orang tidak lekas meninggal adalah tindakannya mengurung maut ke dalam sebuah kantong yang tertinggal di taman Gorky. Ia pun segera menuju pohon pinus yang ada di taman itu dan melepaskan maut yang telah bertahun-tahun ia kurung. Dan akhirnya kematian pun kembali mewarnai wajah dunia.
Pangeran Kurshayev akhirnya menyadari bahwa tindakannya itu bukanlah hal yang semata-mata hanya permainan. Ia menyaksikan langsung betapa menderitanya manusia jika dunia tidak diwarnai dengan kematian. Orang-orang yang menderita penyakit parah akan tetap berada dalam penderitaan yang tak kunjung henti, begitu juga halnya dengan orang-orang yang hidupnya di ambang sakaratul maut karena terluka dalam perang, kecelakaan dan sakit yang berkepanjangan akan semakin tenggelam dalam sakit yang tak tertahankan.
Penderitaan ini juga akan dirasakan oleh orang-orang sehat di sekitarnya baik orang tuanya, anaknya, saudaranya, sanak kerabatnya ataupun tetangganya.
Begitulah kira-kira wajah dunia tanpa kematian. Wajah yang penuh penderitaan, karena dunia dipenuhi dengan ratapan, rintihan dan tangisan dari orang-orang yang menanti penjemputan Malaikat Izrail.
Sabtu, 02 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar